Instalasi Air Limbah

Dampak Air Limbah Pada Lingkungan

Dengan dunia yang terus berkembang cepat, tingkat polutan pun makin meningkat. Semua polutan ini tentunya dihasilkan oleh manusia. Manusia pun diharuskan untuk...

Written by Ariko · 5 min read >

Dengan dunia yang terus berkembang cepat, tingkat polutan pun makin meningkat. Semua polutan ini tentunya dihasilkan oleh manusia. Manusia pun diharuskan untuk mengolah air limbah tersebut. Jika tidak, manusia terpaksa tenggelam di semua polutan yang telah dihasilkan. Secara umum, polutan bisa dihasilkan oleh berbagai hal. Semua hal tersebut pastinya dipengaruhi oleh peran dan keterlibatan manusia. Di artikel inilah akan dibahas beberapa dampak air limbah jika tidak diolah.

Secara umum, ada 3 jenis polusi air yang harus ditangani oleh manusia. Jenis tersebut adalah limbah domestik, limbah industri, dan limbah agrikultur. Yang biasanya sudah bisa ditangani oleh manusia adalah limbah domestik. Ini karena limbah domestik mengandung hal yang lebih mudah untuk diolah dan purifikasi. Untuk limbah industri, limbah ini akan membutuhkan lebih banyak kerja dan uang.

Ini karena limbah tersebut mengandung banyak bahan kimiawi. Limbah terakhir adalah limbah organik atau agrikultur. Limbah yang satu ini membutuhkan teknik pengolahan khusus. Dalam instalasi pengolahan air limbah ini, peran bakteri akan sangat berguna untuk memisahkan limbah dari air. Secara keseluruhan, akan ada polutan seperti patogen, detergen, limbah toxic, bahan kimiawi dan logam berat.

Dampak Air Limbah di Rantai Makanan

 Ini semua merupakan polutan yang sangat berbahaya bagi lingkungan. Dampak air limbah ini pun tidak hanya berhubungan pada kehidupan hewan laut, namun juga darat. Limbah yang mengandung semua polutan ini akan dialirkan ke berbagai sumber air. Beberapa diantaranya adalah seperti sungai dan juga laut. Jika dialirkan ke sungai, ini akan berbahaya bagi hewan darat. Hewan darat seperti badak, monyet, dan hewan lainnya akan bergantung kepada sungai untuk air. Saat hewan tersebut mengonsumsi air yang tercemar kotoran, mereka akan sakit dan berujung mati.

Limbah beracun atau sering disebut toxic waste adalah faktor yang menyebabkan kematian makhluk hidup. Ini karena limbah beracun tersebut akan susah untuk di memetabolisme oleh organisme yang hidup. Hasilnya adalah sampah dan racun tersebut akan menumpuk di organ dan tidak bisa diekskresikan.

Walaupun terlihat sederhana, ada banyak makhluk hidup terpengaruhi oleh kejadian ini. Kita harus melihat apa yang terjadi dari sisi rantai makanan. Jika satu makhluk hidup terpengaruhi oleh limbah beracun, maka makhluk hidupnya pun akan merasakan dampak tersebut. Ini karena satu makhluk hidup akan memakan yang lainnya.

Contohnya dampak air limbah adalah air beracun yang digunakan oleh tumbuhan. Kemudian tumbuhan tersebut pun dikonsumsi oleh serangga dan serangga dikonsumsi oleh organisme lainnya. Ini bisa berujung ke puluhan ribu populasi hewan dan tanaman di ekosistem. Konsentrasi dari limbah beracun pun terus bertambah seiring naiknya racun di rantai makanan.

Dampak Air Limbah Agrikultural

Mungkin kalian berpikir bahwa limbah agrikultural tidak berbahaya. Ternyata limbah agrikultural berisiko tinggi untuk merusak ekosistem. Ini karena limbah agrikultural tersebut terdiri dari banyak pupuk, pestisida, insektisida dan polutan kimia lainnya. Polutan yang paling sulit untuk dipisahkan adalah logam berat. Logam berat pun ditemukan di limbah agrikultural. Ini merupakan polutan yang sangat berbahaya bagi semua makhluk hidup. Proses untuk memisahkannya dari limbah air pun membutuhkan bakteri yang khusus.

Dampak dari polutan seperti insektida dan pestisida bisa mengakibatkan eutrofikasi. Eutrofikasi adalah proses dimana sebuah air limbah terpenuhi oleh terlalu banyak nutrisi. Ini adalah dampak yang dihasilkan oleh pestisida. Pestisida dan pupuk akan mempercepat pertumbuhan dari lumut.

Efek dari eutrofikasi akan menyebabkan matinya organisme seperti ikan. Ini dikarenakan lumut yang mengonsumsi semua oksigen secara berlebihan. Ikan tersebut pun tidak akan bertahan hidup tanpa oksigen dalam air.

Secara garis besar, polusi air akan mengakibatkan rendahnya keanekaragaman hayati. Semakin banyak ekosistem yang tercemar, semakin dikit juga variasi makhluk hidup yang ada. Ini juga akan sangat mempengaruhi keseimbangan ekosistem.

Jika satu organisme yang menjadi sumber makanan untuk organisme lainnya, maka semua organisme tersebut bisa tercemar. Ini pun bisa berujung ke kepunahan oleh makhluk hidup disekeliling ekosistem tersebut.

Pentingnya Air Limbah di Indonesia

Dengan inilah industri pengolahan air limbah sangat penting perannya di Indonesia. Pengolahan limbah terlebih dahulu sebelum dibuang akan memberikan lingkungan yang lebih sehat. Pengolahan inipun akan mengurangi dampak negatif untuk lingkungan sekitar. Kebersihan lingkungan harus lebih diperhatikan oleh semua masyarakat Indonesia. Karena kebersihan lingkungan akan langsung berdampak dengan keberlangsungan dan kualitas hidup masyarakat.

Apa yang kita lakukan kepada lingkungan pun akan kita terima kembali efek sampingnya. Pengolahan air limbah sangatlah penting untuk menjamin keberlangsungan lingkungan. Bumi akan tercemar dengan sangat cepat tanpa adanya inovasi instalasi pengolahan air limbah. Ini menjadi alasan terpenting mengapa kontraktor IPAL sangat penting di Indonesia.

Purifikasi Melalui Reverse Osmosis

Teknologi reverse osmosis telah menjadi metode yang sering digunakan di industri pengolahan air limbah. Ini bisa dilakukan melalui proses kimiawi yang disebut dengan osmosis. Secara singkat, osmosis adalah air yang air yang melewati membran semipermeabel. Setelah air tersebut melewati sebuah membran, sisa dari air tersebut akan tersaring. Ini akan menghasilkan air bersih dan juga menyaring polutan yang berbahaya.

Namun untuk reverse osmosis, proses yang digunakan adalah kebalikannya. Tekanan tinggi diberikan di titik larutan air limbah dengan konsentrasi yang tinggi. Tekanan ini pun di aplikasikan dengan menggunakan listrik atau mesin industrial lainnya. Dengan memberikan tekanan tinggi, molekul air akan didorong secara paksa. Air akan melewati membran lagi dan air bersih bisa langsung didapatkan. Semua polutan dan sampah akan terperangkap. Ini pun bisa dibuang secara mudah dan proses diulangi kembali untuk mendapatkan air bersih.

Untuk melakukan proses ini, ada beberapa membran semipermeabel yang bisa digunakan. Yang pertama adalah thin film composites atau TFC. Kemudian ada cellulose acetate (CA) dan yang terakhir adalah cellulose triacetate (CTA). Semua membran ini digunakan dalam proses reverse osmosis. Namun thin film composites memiliki efek penyaringan yang terbaik diantara semua membran lainnya.

Teknologi reverse osmosis merupakan salah satu teknologi yang memiliki harga terjangkau. Ada banyak mesin filtrasi air yang kecil dan bisa dibeli dengan harga murah dibandingkan instalasi pengolahan air limbah lainnya. Biasanya reverse osmosis pun banyak digunakan di rumah rumah. Sistem pengolahan air reverse osmosis bisa dengan mudah dipasang sendiri dan siap untuk menyaring air keran. Sistem reverse osmosis pun sangat mengandalkan metode filtrasi air dan desalinasi. Dengan dua metode ini, polutan di air bisa dibersihkan dan dibuang. Ada beberapa impuritas seperti ion, polutan organik, garam, pestisida dan bahan kimiawi lainnya.

Metode Umum Penyaringan Air

Metode yang paling umum dan diwajibkan untuk sistem purifikasi air adalah filtrasi. Melalui filtrasi, air bisa jernih dan siap untuk digunakan. Melakukan purifikasi saja tidak cukup jika air masih memiliki kotoran dan berwarna keruh. Filtrasi akan mengambil peran yang sangat penting dalam instalasi pengolahan air limbah. Dengan filtrasi sendiri, semua warna dan kotoran akan terangkat. Ini sangat penting dalam penyaringan air keran. Biasanya air keran di Indonesia akan memiliki warna keruh atau tidak bisa langsung dikonsumsi. Melalui penyaringan, air bisa digunakan untuk kebutuhan sehari hari. Jika kalian mengambil air dari keran, pasti air tersebut tidak selalu jernih. Seringkalinya air akan berwarna keruh.

Ada 4 langkah penting yang dilakukan saat melakukan filtrasi supaya air limbah menjadi air bersih:

  1. Pre-Filtration

Dalam proses ini, air limbah akan disaring secara keseluruhan. Ini akan mengangkat polutan fisik yang bisa ditemukan di air kotor. Contoh dari polutan tersebut adalah daun, kotoran, pasir, lumpur dan lain lain. Semua kotoran ini akan disaring melalui sebuah saringan besar. Saringan ini biasanya terbuat dengan besi dan akan berbentuk seperti saringan biasa. Ini disebut dengan proses screening.

  1. Filtrasi Sedimen

Proses berikut ini juga merupakan proses screening. Ini mengikuti proses sebelumnya dan bertujuan yang sama. Namun di proses filtrasi sedimen, jaring filtrasi yang digunakan untuk screening lebih padat dan sempit. Ini bertujuan untuk menyari semua partikel yang berkurang sebesar 5.0 mikron. Dengan melakukan ini, partikel kecil akan terangkat. Air pun akan terus mengalir dan menghasilkan air yang jauh lebih jernih dari sebelumnya.

  1. Filtrasi Menggunakan Senyawa Karbon

Senyawa karbon merupakan senyawa yang sangat berguna di proses filtrasi. Karbon pun sering digunakan dan biasanya berbentuk seperti arang. Jika dilihat dari puluhan tahun yang lalu, arang akan menjadi bahan baku dalam proses penyaringan. Arang merupakan bahan baku yang memiliki banyak pori pori yang bisa digunakan untuk menyaring air. Arang juga sangat berguna untuk mengangkat semua senyawa kimia yang berbahaya. Setelah senyawa tersebut diangkat, partikel yang berukuran 0.5 mikron pun akan tersaring oleh karbon. Ini merupakan proses yang penting saat melakukan penyaringan.

  1. Pengolahan Air dengan Ultraviolet

Proses terakhir merupakan proses terpenting. Semua proses filtrasi yang telah dilakukan sangat berguna namun tidak bisa menyaring mikro organisme. Dari semua polutan yang ada, mikro organisme merupakan polutan terkecil. Inilah mengapa mikro organisme tidak bisa disaring karena ukurannya sendiri lebih kecil dari partikel air.

Penggunaan Cahaya UV

Cara satu satunya untuk membunuh mikro organisme tersebut adalah dengan menggunakan sinar UV. Sinar UV merupakan sinar dengan frekuensi yang tinggi. Inilah mengapa sinar UV bisa digunakan untuk membunuh kuman dan bakteri yang ada. Dengan melakukan proses ini, kuman yang dibunuh bisa mencapai hingga 99.99% tingginya. Cahaya UV bekerja dengan cara menghancurkan struktur DNA kuman. Jika disinari ke kuman, DNA akan mulai rapuh dan hancur sehingga kuman pun mati.

Melalui semua proses ini, tahap untuk membersihkan air pun sudah selesai. Tahap yang dijelaskan di artikel ini merupakan tahap singkat dalam proses pengolahan air limbah. Melalui semua langkah ini, air limbah pun bisa diolah. Namun proses yang dijelaskan belum meliputi polutan seperti kimia. Semua proses pengolahan air limbah yang menggunakan proses filtrasi hanya di aplikasikan ke penggunaan instalasi pengolahan air secara umumnya. Semoga artikel ini bisa membantu dan menambah wawasan untuk anda semua.