Info

Fungsi Geotextile secara Umum dalam Pembangunan

Geotextile adalah sebuah material yang digunakan dalam berbagai proyek konstruksi. Fungsi geotextile secara umum tentu saja sebagai perkuatan. Material yang berupa lembaran...

Written by Ariko · 3 min read >
Fungsi Geotextile secara Umum dalam Pembangunan

Geotextile adalah sebuah material yang digunakan dalam berbagai proyek konstruksi. Fungsi geotextile secara umum tentu saja sebagai perkuatan. Material yang berupa lembaran sintetik di mana lapisannya memiliki pori sehingga memiliki sifat tembus air dan fleksibel. 

Geotextile ini digunakan sebagai stabilisasi tanah dasar dalam perkuatan tanah. Geotextile sendiri terbagi dalam dua jenis yaitu geotextile woven dan geotextile non woven.

Bagaimana perbedaan di antara keduanya? Dan apa saja fungsi geotextile ini secara umum?

Fungsi Geotextile Secara Umum

Geotextile Woven

Geotextile woven ini merupakan material yang berbahan dasar Polypropylene (PP) atau Polyester (PET). Jika dilihat secara sekilas, bentuk geotextile ini menyerupai anyaman karung beras. Tetapi geotextile woven ini memiliki daya tarik yang kuat, kuat tusuk, dan daya kuat sobek yang tinggi.

Dengan berbagai kelebihannya ini, jenis geotextile woven banyak dipakai untuk pemasangan di area outdoor dan memiliki daya tahan yang tinggi. Apa saja fungsi geotextile secara umum dari geotextile woven?

Fungsi Geotextile Woven

Sebagai Penguat Tanah Dasar

Kondisi tanah yang berbeda-beda membuat proyek pembangunan seperti pembangunan jalan sedikit terhambat. Proyek yang dilakukan di atas tanah lunak biasanya akan rentan ambles sehingga perlu dilakukan perkuatan. Sehingga fungsi secara umum dari geotextile woven ini menjadi media penguat tanah.

Material ini menjadi lapisan yang kemudian dilakukan penimbunan di atasnya. Geotextile woven ini dapat menyalurkan beban di atasnya secara merata sehingga dapat mencegah terjadinya penurunan tanah dasar.

Untuk metode pemasangannya sendiri terdapat beberapa macam, tergantung dari kondisi tanah dan tujuan yang ingin dicapai.

Sebagai Separator

Fungsi secara umum geotextile adalah sebagai separator atau pemisah. Selain sebagai separator juga bisa berfungsi sebagai filter. 

Geotextile dikenal sebagai material yang memiliki sifat permeabilitas yang tinggi sehingga air dapat tembus melalui pori-pori geotextile. Namun dalam hal ini geotextile mampu menahan butiran tanah di atasnya untuk tidak ikut terbawa oleh air.

Dengan demikian mampu mencegah tercampurnya butiran tanah timbunan dengan tanah lunak yang dapat berakibat runtuhnya struktur perkuatan tanah.

Adanya fungsi ini menjadi salah satu lapisan sebelum diberi tanah urugan. Peran ini sudah banyak dilakukan di berbagai proyek seperti kontruksi jalan dengan tanah yang lunak, khususnya area tanah gambut yang banyak mengandung air.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Geotextile Non Woven dan Kegunaannya Dalam Industri

 Geotextile Non Woven

Jenis geotextile non woven dibentuk dengan cara proses termal, kimia, mekanis. Teknik atau kombinasi mekanis ini merupakan teknik yang menggunakan mesin berteknologi tinggi. 

Bahan dasar yang menyusun material ini adalah polyester fibre dan polypropylene. Beberapa orang menyebutnya sebagai material geotextile karpet karena berbentuk lapisan. Lapisan ini terdiri atas serat-serat yang bisa menahan air. Hal ini sangat berbeda dari geotextile woven yang berbentuk menyerupai anyaman.

Fungsi Geotextile Non Woven

Sebagai Separator dalam Pembangunan

Fungsi secara umum sebagai separator dalam geotextile non woven ini tentu saja berbeda dengan separator dalam geotextile woven. Jika jenis woven berfungsi untuk perkuatan tanah lunak, maka jenis non woven lebih ditujukan pada jenis tanah biasa. 

Biasanya kondisi tanah dasar yang akan dibangun ini sudah cukup baik, sehingga dipilih jenis non woven sebagai lapisan pemisah antara tanah dasar dan tanah timbunan. Maka, fungsi separator dalam hal ini adalah untuk memisahkan jenis tanah yang berbeda saja tetapi tetap kuat.

Sebagai Filtrasi

Geotextile non woven juga memiliki fungsi lain selain sebagai separator. Material ini memiliki fungsi sekaligus sebagai filtrasi yang mana tujuannya juga mengalirkan air di bawah tanah tanpa membawa partikel timbunan sehingga tidak tercampur dengan tanah dasar.

Selain itu pada pembuatan saluran dainase juga menggunakan non woven geotextile sebagai pembungkus dari pipa drainase yang umumnya menggunakan pipa perforated atau pipa berlubang. Tujuanya adalah agar tanah tidak masuk ke dalam pipa dan air tetap dapat mengalir.

Klasifikasi Kualitas Geotextile

Jika dilihat dari fungsi dan jenisnya, secara umum, geotextile memiliki klasifikasi yang terbagi menjadi 3 bagian. Pembagian ini adalah kelas 1, 2, dan 3. Bagaimana penjelasannya?

Geotextile kelas 1 bisa digunakan di lahan yang memiliki bekas penebangan pohon dan ranting. Persiapan lokasi bisa dilakukan secara minimal jika menggunakan alat yang ringan. 

Sedangkan untuk kelas 2, kondisi tanah harus dibersihkan terlebih dahulu tetapi tidak perlu dengan banyak usaha. Dan bagi geotextile kelas 3, tentu saja harus memiliki lokasi yang bersih dari sisa ranting pohon, tanahnya rata, dan tidak memiliki bekas lubang.

Baca juga: Perbaikan dan Perkuatan Tanah dengan Material Geotextile

Geotextile sebagai Media Penyaringan

Fungsi penyaringan atau filtrasi dari geotextile bisa berfungsi dengan baik apabila aliran melintasi penampangnya. Sedangkan untuk fungsi drainase terjadi jika dalam geotextile terjadi aliran searah dari bidang lembarannya.

Fungsi Filtrasi

Oleh karena itu, dua faktor penting harus disediakan oleh geotextile secara simultan sebagai penyaring, yaitu :

• Permeabilitas harus cukup besar (membutuhkan ukuran lubang bukan pori-pori geotextile). Jadi, geotextile sebagai filter harus memberikan keleluasaan air mengalir melewatinya sampai akhir umur rencana konstruksi.

• Kemampuan geotextile dalam menahan butiran tanah, agar tanah tidak ikut dalam aliran (membutuhkan susunan benang-benang yang rapat) dan mencegah migrasi butiran tanah melewati geotextile. Jika beberapa butiran harus melewati geotextile, maka butiran tidak boleh menyumbat material selama umur konstruksi.

Distribusi ukuran butiran tanah yang akan disaring harus disesuaikan dengan distribusi ukuran lubang bukaan pori-pori geotextile. Dalam hal ini maka paling cocok menggunakan Non Woven Geotextile karena bentuknya yang seperti karpet di manamemiliki pori yang sangat kecil sehingga mampu menyaring atau memfilter untuk berbagai jenis tanah dengan sebaran ukuran butiran yang luas.

Aliran melewati geotextile ketika diletakkan dalam tanah biasanya laminer, namun dapat menjadi turbulen bila dipengaruhi oleh gelombang. Permeabilitas geotekstil ini dapat diukur di laboratorium, dengan membuat gradien hidrolik yang rendah agar alirannya laminer.

Permeabilitas arah melintang geotextile umumnya mencukupi untuk drainase dalam tanah yang baik. Pengecualiannya, adalah jika geotextile digunakan di bawah struktur pengendalian erosi. Dalam kasus ini, blok-blok material mungkin menutupi geotextile, dan jika terhamburnya tekanan air pori dengan cepat dibutuhkan, kegagalan (dapat berupa sobeknya permukaan) dapat terjadi.

Nilai permeabilitas geotextile tidak mutlak, karena tebal geotextile dapat berubah oleh adanya beban. Karena itu, permeabilitas geotextile dinyatakan dalam rasio permeabilitas terhadap tebal lembaran geotextile, atau yang disebut dengan istilah permetivitas.

Fungsi Drainase 

Geotextile pada arah bidangnya dapat dialiri oleh cairan, sehingga dapat berfungsi sebagai saluran drainase. Fungsi drainase dalam geotextile sebagai keseimbangan dalam sistem geotextile terhadap tanah, yang memungkinkan aliran yang bebas mengalir (tetapi tidak ada tanah yang hilang) searah bidangnya pada periode waktu yang panjang. Fungsi geotextile umumnya berkurang bila tegangan normal yang bekerja pada bidangnya.

Kemampuan geotextile untuk mengalirkan air searah bidang merupakan keuntungan lain, disamping kemampuan mangalirkan air ke arah normalnya dalam aplikasi geotextile untuk drainase. Aplikasi drainase searah bidang ini yaitu :

1. Drainase pemotong (interceptor drain).

2. Pengaliran air di bawah lapisan pondasi jalan raya.

3. Drainase pita horisontal dan vertikal untuk mempercepat proses konsolidasi.

4. Pelepas tekanan air pori dalam lereng tanah atau batuan.

5. Pelepas tekanan air pori dalam timbunan dan bendungan dan lain-lain.

Demikian tadi penjelasan mengenai fungsi geotextile secara umum dalam dunia pembangunan. Fungsinya yang beragam menjadi alternative pilihan ketika memilih material yang kuat. Semoga bermanfaat!

Menikmati Kelezatan Makanan Khas Maluku

Menikmati Kelezatan Makanan Khas Maluku

Ariko in Info
  ·   2 min read