Pengetahuan

Fungsi Geotextile Woven dan Non Woven

Geotextile merupakan salah satu material yang banyak dipakai dalam proses pembangunan, salah satunya penggunaan geotextile dalam pembangunan jalan. Material ini memiliki 2...

Written by Ariko · 2 min read >
Fungsi Geotextile Woven dan Non Woven

Geotextile merupakan salah satu material yang banyak dipakai dalam proses pembangunan, salah satunya penggunaan geotextile dalam pembangunan jalan. Material ini memiliki 2 jenis, yaitu geotextile woven dan non woven. Ada fungsi umum dari material geotextile woven dan non woven. 

Material ini digunakan sebagai media yang efektif, khususnya bagi tanah yang terlalu halus atau berair. Bagaimana fungsi dari geotextile ini?

Fungsi Geotextile sebagai Penahan Longsoran di Lereng

Fungsi Geotextile Woven dan Non Woven

Salah satu fungsi penerapan material geotextile adalah untuk penanganan longsoran. Biasanya hal ini ada di daerah lereng. Dalam beberapa kajian diperlihatkan jika penanggulangan longsoran dengan bahan geosintetik atau geotextile pada ruas jalan bisa menjadi penguat timbunan jalan. 

Fungsinya dalam hal ini adalah sebagai berikut:

  1. Geosintetik atau geotextile bisa menjadi separator atau pemisah. Di sini, geotextile bisa berfungsi untuk mengurangi terjadinya percampuran agregat pilihan dengan susunan asli tanah lunak.
  2. Geosintetik atau geotextile ini dapat menjadi penguatan tanah dasar yang gembur. Di  mana material geosintetik atau geotextile ini memiliki properties keahlian tarik yang melawan pergerakan tanah, baik untuk mengembang ataupun menyusut.
  3. Geosintetik atau geotextile juga bisa menjadi penguatan lereng jalan sementara atau permanen.
  4. Geomembrane, di sini material ini bisa menjadi penguatan pada bahu jalan. Pada bagian ini berfungsi untuk menghindari perubahan kandungan air pada tanah basic karna geomembran mempunyai sifat kedap air. 

Selain itu tahan terhadap pelapukan pada zat kimia tanah, dan organisme pembusukan dalam tanah. Di sisi lain, juga mempunyai ketahanan pada keahlian tarik di tanah yang mudah longsor, ketahanan pada sobek, dan ketahanan coblos yg tinggi.

  1. Geotextile non woven atau tidak ada tenunan yang terbuat dari serat polyprophylene lewat system needle punched ini cocok untuk apliaksi pada tanah basic. Tanah ini biasanya banyak mengandung sisa-sisa tanaman karena mempunyai ketahanan coblos yang lebih tinggi dibanding dengan bahan yg berbeda. 

Di luar itu geotextile non woven memiliki sifat hidrolik propertis yang bisa menjadi tambah bagus. Sehingga bisa juga berfungsi sebagai filter yang hanya melarutkan air tanpa membawa agregat tanah.

Baca juga: Geotextile Geobag untuk Penahan Erosi dan Abrasi

Fungsi Geotextile pada Timbunan Tanah

Geotextile adalah salah satu jenis lembaran sintesis yang tidak tipis, fleksibel, permeable yang difungsikan untuk stabilisasi dan perbaikan tanah. Penggunaan geotextile merupakan langkah modern dalam usaha untuk penguatan tanah lunak. 

Adapun beberapa fungsi dari geotextile dalam timbunan tanah lunak adalah sebagai berikut:

  1. Untuk penguatan tanah lunak dan kawasan tanah basah.
  2. Untuk konstruksi teknik sipil yang mempunyai umur konstruksi cukup lama dan mendukung beban yang besar seperti jalan rel dan dinding penahan tanah.
  3. Untuk media lapangan pemisah, penyaring, drainase dan jadi susunan pelindung.

Biasanya jenis geotextile ini memiliki fungsi untuk penguatan timbunan tanah pada kendala tertentu. Salah satu contohnya ada di timbunan tanah di atas tanah lunak, timbunan di atas pondasi tiang. Selain itu juga pada timbunan di atas tanah yg rawan subsidence.

Jadi peranan geotextile di sini adalah untuk melindungi stabilitas sampai tanah lunak terkonsolidasi (kuat geser jadi bertambah berarti) sampai dapat memikul beban timbunan itu.

Keuntungan yang dapat diambil dari penggunaan geotextile penguatan tanah lunak adalah seagai konstruksi sederhana yang mudah untuk dijalankan, menghemat biaya sistem, menghemat biaya konstruksi. 

Meski demikian, penggunaan geotextile memiliki kelemahan. kerugian dari penggunaan geotextile adalah jika geotextile tidak tahan pada sinar ultra violet. Tetapi hal seperti ini dapat diatasi dengan penutupan berupa pasangan batu kali ataupun dengan bahan yang lain.

Fungsi Geotextile pada Struktur Dinding Penahan Tanah

Penggunaan geotextile juga digunakan dalam hal penahan tanah. Penggunaan geotextile memberikan lapisan tertentu untuk mengatasi masalah pada susunan penahan tanah. Langkah itu bisa dilakukan dengan menambahkan kemampuan rnenerima beban yg cukup besar.

Satu kajian dibuat di laboratorium untuk dipelajari dan meneliti seberapa besar penambahan beban yang dapat dipikul oleh style susunan penahan tanah.  Style percobaan ini berupa bak uji yang mempunyai ukuran 100 x 50 x 60 cm3

Pengamatan ini dijalankan dengan memperbandingkan lateral displacement pada style susunan penahan tanah yang tidak ada geotextile maupun dengan memberikan lapis geotextile.

Penghitungan pada Uji Coba Tanah Lunak

Penelitian dilakukan dengan melakukan tes pembebanan dengan melihat penambakan beban yang bisa dipikul oleh style susunan penahan tanah. Hasil percobaan memperlihatkan jika ketika menambahkan beban terbesar, perbedaan antara geotextile dan tidak menggunakannya adalah sebesar 824% dengan menggunakan geotextile type HATE Reinfox beberapa 7 lapis dengan jarak 7.5 cm.  

Ketika menggunakan jenis lain, penambahan beban yang berjalan dengan pemakaian 5 lapis HATE Reinfox dengan jarak 10 cm adalah sebesar 684%. Sementara ketika menggunakan 3 lapis HATE Reinfox adalah sebesar 586%.

Angka perbedaan ini dilihat dengan membandingkan antara tanaha yang diberi lapisan geotextile dan tidak.

Berbagai penelitian mengenai geotextile terus dilakukan untuk melakukan inovasi pengembangan. Bagaimanapun, geotextile baik woven maupun non woven memiliki fungsi yang beragam sesuai dengan karakteristiknya.