Info, Tips

Ada 5 Alasan Mengapa Silica Harus Dihilangkan Dari Air

Mengapa Silica Harus Dihilangkan – Silica merupakan salah satu unsur yang dibutuhkan oleh hampir semua orang. Ya jelas perlu karena kita membangun...

Written by Ariko · 1 min read >
Mengapa Silica Harus Dihilangkan

Mengapa Silica Harus Dihilangkan – Silica merupakan salah satu unsur yang dibutuhkan oleh hampir semua orang. Ya jelas perlu karena kita membangun rumah kita harus unsur silica. Dimana itu?

Dari pasir itulah rumah itu dibangun, itu silica. Dan itu juga kaca, juga terbuat dari silica. Lalu itu kacamata, itu ponsel LCD, ada banyak. Intinya, silica dibutuhkan untuk membuat banyak hal yang kita gunakan di dunia.

Jika bermanfaat, mengapa silica harus dihilangkan atau dipisahkan dari airnya?

Nah, karena di dalam air Anda tidak perlu menggunakan keberadaan Anda.

Silikon dioksida bersifat inert karena tidak mentransmisikan arus listrik. Dan silica dalam bentuk mayoritas juga berbentuk seperti butiran kasar yang dapat terkikis.

5 Alasan Mengapa Silica Harus Dihilangkan Dari Air

Oke, tanpa basa-basi lagi langsung saja kita ke pembahasannya mengenai alasan mengapa silica merupakan salah satu unsur yang perlu dihilangkan dari air:

1. Mungkin berbahaya bagi kesehatan

Alasan pertama adalah silica dapat berbahaya bagi kesehatan. Meski belum ada peraturan resmi pemerintah mengenai batasan total silica dalam air minum, sebuah penelitian yang dilakukan oleh researchgate.com menyebutkan bahwa overdosis silica dapat menyebabkan kanker.

silica bentuk makro hadir dalam bentuk butiran pasir kasar di dalam air, sehingga Anda dapat dengan jelas merasakan seperti butiran non-boa saat meminumnya, hahaha. Dan saya yakin tidak ada dokter yang setuju untuk minum air dengan biji-bijian di atasnya dan mengatakan itu baik.

2. Penyebab penyumbatan dan penyumbatan pipa

Alasan kedua kita perlu mengurangi dan menghilangkan silica di dalam air adalah karena silica dapat menumpuk di dalam pipa dan akhirnya menyebabkan penyumbatan. Penyumbatan ini disebabkan oleh silica, yang tidak larut dalam air kemudian terkumpul dan terikat. Ikatan ini tumbuh lebih kuat dari waktu ke waktu, mengubahnya menjadi blok utama.

Penyumbatan ini dapat dihilangkan melalui proses dekalsifikasi menggunakan bahan kimia seperti EDTA, yang mengubah blok silica menjadi senyawa kompleks hingga akhirnya larut dan pipa akhirnya kembali lancar.

3. Percepatan proses penggilingan atau pengikisan

Silica berupa butiran, bila ditekan atau dialirkan, menimbulkan goresan pada permukaan zat yang ditembusnya, dan ini disebut abrasi. Inilah salah satu alasan mengapa banyak produsen terus berusaha untuk mengurangi kandungan silica, terutama dalam bentuk TSS, dengan berbagai cara.

Metode yang dipilih untuk mereduksi dan mengatasi silica dalam bentuk granul adalah dengan memasang filter, baik sand filter, carbon filter maupun cartridge filter.

4. ketidakrataan permukaan

Di perusahaan yang banyak terpapar aktivitas pengecatan, Anda seharusnya sudah tahu bahwa hanya beberapa butir kasar pada permukaan cat atau bodywork dapat menyebabkan pengecatan tidak merata. Salah satu penyebab masalah ini adalah adanya silica pada cat atau air yang digunakan untuk merendam permukaan benda.

Untuk itu silica harus diolah sedemikian rupa sehingga terpisah dari air murni yang akan digunakan.

5. Tingkatkan kebutuhan boiler untuk diledakkan

Alasan selanjutnya silica perlu diekstraksi dari air bersih adalah karena silica membuat proses boiler menjadi tidak efisien. Dan buat uap dari ketel yang lebih rendah. Untuk menjaga kualitas steam, frekuensi blowdown harus ditingkatkan. Ini secara alami meningkatkan konsumsi air untuk umpan boiler.

Solusi selanjutnya untuk masalah ini adalah menambahkan agen anti-kerak pada air yang digunakan sebagai air umpan boiler. Ini juga dapat dilakukan dengan memasang kartrid filter atau dengan memasang sensor silicat di saluran masuk boiler.

Inilah 5 Alasan Mengapa Silica Harus Dihilangkan Dari Air. Semoga bermanfaat bagi semua pegiat penjernihan air, khususnya pengguna Root Blower. / Dy

Baca Juga: Konektor Listrik: Pengertian, Fungsi dan Jenisnya