Pengetahuan

Geotextile Geobag untuk Penahan Erosi dan Abrasi

Erosi menjadi salah satu ancaman yang penting pada kawasan yang memiliki tanah lunak. Belakangan ini, banyak yang menggunakan material geotextile geobag untuk...

Written by Ariko · 2 min read >
Geotextile Geobag untuk Penahan Erosi dan Abrasi

Erosi menjadi salah satu ancaman yang penting pada kawasan yang memiliki tanah lunak. Belakangan ini, banyak yang menggunakan material geotextile geobag untuk penahan erosi dan abrasi di kawasan pantai.

Geobag dalam dunia pembangunan memiliki dampak yang besar, bukan hanya pada bangunan fisik saja tetapi juga berdampak pada alam. Seperti pembangunan jalan contohnya. 

Jika dilihat dalam kategori geotextile, geobag ini akan berfungsi dengan cara diisi oleh tanah dan dijahit sedemikian rupa. Jahitan ini nantinya dibuat menyerupai bantal untuk menggantikan batu atau bangunan pondasi lainnya sebagai penahan arus. 

Mengenal Jenis Geobag

Geotextile Geobag untuk Penahan Erosi dan Abrasi

Ada dua jenis geobag yang digunakan dalam proses penahan abrasi ini. Dilihat dari bahan pembuatnya, jenis yang pertama biasanya diisi oleh material pendukung pasir pantai dengan jahitan karung plastik. Sedangkan, jenis yang kedua materialnya didukung oleh tanah liat dengan jahitan karung goni atau kain.

Material ini menjadi pengganti tanaman bakau yang biasanya digunakan untuk menahan abrasi di laut. Material ini dinilai lebih efektif sehingga banyak digunakan daripada bakau.

Fungsi Material Geobag

Fungsi dari geotextile jenis geobag ini sebagai penahan ombak di kawasan yang memiliki arus deras. Biasanya pemasangannya ada di lokasi dekat pantai atau sungai. 

Geotextile jenis Geobag yang dipasang ini biasanya dilengkapi dan dibentuk sedemikian rupa untuk menahan ombak menuju ke daratan. Dengan memasang material ini, akan mengurangi risiko abrasi ke daratan.

Fungsi lainnya adalah untuk memecah ombak yang terlalu besar. Material geotextile jenis ini memiliki kekuatan yang cukup baik sehingga ombak yang datang bisa dipecah sebelum mendekat ke daratan.

Selain itu, geobag  memiliki fungsi untuk bantalan penahan tanggul, konstruksi lahan basah, penahan material timbunan hingga wrapping. Kebanyakan, material ini digunakan di lahan basah yang membutuhkan penahan kuat.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Geotextile Non Woven dan Kegunaannya Dalam Industri

Kegunaan Geobag selain Penahan Erosi dan Abrasi

Kegunaan material geobag ini secara umum untuk penahan erosi dan abrasi pantai. Ternyata material geotextile ini memiliki kegunaan lainnya lho dalam kehidupan sehari-hari. Apa saja kegunaan geobag ini?

Material ini bisa digunakan sebagai alat penahan material. Kemudian bisa juga berfungsi sebagai media pemisah lahan basah. Dalam dunia kontruksi, geobag bisa digunakan sebagai pembantu proses wrapping.

Dengan kegunaannya yang sangat kompleks, membuat material ini banyak digunakan oleh masyarakat dan pembangunan kawasan pantai atau sungai. Beberapa hal seperti perubahan iklim, pasang surut air laut, dan juga tiupan angin laut yang terjadi dapat menghasilkan gelombang serta arus laut yang kuat. Sehingga material ini dipilih karena lebih kuat untuk menahan ombak dari air laut.

Geobag untuk Menanggulangi Abrasi

Dalam dunia konstruksi, ada berbagai metode yang digunakan untuk menanggulangi abrasi di laut. Beberapa cara ini adalah dengan menggunakan tumpukan batu, tetrapod, bronjong, atau sheet pile.

Jenis tersebut memiliki beberapa kekurangan, misalnya kesulitan pelaksanaan konstruksi di lapangan, pengadaan material dan biaya yang mahal. Salah satu alternatif yang bisa digunakan untuk menanggulangi abrasi dengan kualitas lebih baik adalah menggunakan geotextile jenis geobag.

Material ini tentu saja memiliki kualitas yang baik dan memenuhi standar pembangunan sehingga fungsinya bisa maksimal untuk menahan arus pantai. Jika tidak diatasi, maka akan menyebabkan abrasi dan merusak ekosistem daratan di sekitarnya.

Geobag yang merupakan bagian dari geotextile containment disusun dengan volume yang kecil. Geobag ini adalah geotextile yang berupa kantong yang terbuat dari geotekstil yang dipadukan dengan material pasir setempat, sehingga akan terbentuk suatu bantalan-bantalan yang digunakan sebagai pengganti struktur bangunan konvensional untuk proteksi area dan garis pantai.

Jenis material ini banyak digunakan di daerah yang mengalami abrasi dengan kapasitas ringan dan jangka waktu pendek. Penggunaan geobag untuk penahan abrasi ini harus ditutup oleh material lain seperti tanah atau batu untuk menghindari paparan sinar ultraviolet. Sinar ultraviolet dari matahari ini biasanya yang membuat geobag mudah rusak.

Selain geobag, material lain adalah geotube. Geotube merupakan jenis material geosintetik yang berbentuk tubular sebagai pembungkus dan material pasir sebagai material pengisi. Geotube biasanya bisa berupa bahan baku woven geotextile atau non woven geotextile. 

Selain untuk pelindung abrasi pantai, geotube dan geobag juga memiliki fungsi lain seperti sebagai pemecah gelombang pantai, breakwater, sungai dan bendungan, sebagai tanggul penahan material urugan, dan konstruksi lahan basah.

Material ini banyak digunakan di berbagai kawasan pantai yang mudah terkena abrasi di Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia , dan beberapa negara Asia lainnya. Bahan ini sudah banyak diterapkan dan memiliki banyak manfaat.

Dengan menggunakan berbagai material ini tentunya bisa menyelamatkan kondisi bibir pantai dari arus pantai yang besar. Semakin kokoh material yang digunakan, maka semakin efektif pula fungsi di dalamnya.