Judi

Kecanduan Judi Online Iwan Rampok Pegadaian

Written by Ariko · 1 min read >
Seorang Sarjana Merampok Kantor Pegadaian Demi Berjudi

Iwan Aji Santa kecanduan judi online. Ketika dia kehabisan uang untuk berjudi, Iwan gelap mata. Pria berusia 30 tahun bergelar sarjana psikologi itu bertekad melakukan perampokan. Namun, aksinya tak berjalan mulus. Warga Porong, Sidoarjo, itu kini harus ditangkap.

Awal Mula Kecanduan Judi Online

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos, Iwan mulai kecanduan judi online empat tahun lalu. Karena kebiasaan buruknya tersebut, ia pun mengalami kendala di tempat kerja.

Ivan dipecat karena bertaruh dengan kartu kredit perusahaannya. “Saya dulu bekerja di bank dan didirikan sebelum pemberangkatan terakhir saya,” aku Iwan di Kepolisian Resor Sidoarjo Kota.

Dia tidak memiliki pekerjaan tetap sejak saat itu. Dia selalu keluar masuk banyak perusahaan. Ivan tidak fokus pada pekerjaan. Dia menghabiskan waktunya menatap layar bermain game online dan salah satu permainan poker terbaru, poker qq.

“Gaji saya selalu habis,” kata pria yang belum menikah itu.

Ivan tahu itu dan tidak menyadarinya. Bahkan, hasrat untuk bertaruh kembali memuncak pada Senin (10/4).

Ivan pun memutar otak untuk mencari modal. Ia mendatangi rumah kakaknya di Bangil, Pasuruan untuk meminjam sepeda motor. Alasannya untuk mencari pekerjaan.

Kejahatan Beruntun Iwan

Setelah beberapa hari menginap di rumah kakaknya, Iwan kemudian membawa motor Honda Beat milik kakaknya W 3772 VV. Bisa ditebak, tujuannya adalah warung internet yang menawarkan fasilitas permainan judi online. Warnet itu terletak dekat Pasar Larangan, Sidoarjo.

Dari rumah kakaknya, dia sempat singgah di Pasar Porong. Dia membeli pisau dapur. Rupanya Ivan punya rencana untuk merampok saat kalah taruhan.

”Sepeda motor kakak saya parkir tidak jauh dari tempat bermain online. Itu sudah saya jual seharga Rp 2 juta untuk modal taruhan, ”ujarnya.

Ivan yang telah kecanduan judi online itu memainkan game online selama tiga jam dari jam 8 pagi sampai 11 pagi. Uang untuk menggadaikan sepeda motor kakaknya pun ludes. Ia kemudian naik angkutan umum menuju Lapangan Sidoarjo untuk menenangkan diri dan menyusun strategi perampokan.

Kemudian dia teringat pegadaian yang menjadi gelarnya sebelumnya. Lokasinya berada di Jalan Teuku Umar, Sidoarjo. Keamanan tidak terlalu ketat disana. Tempat ini juga sangat dekat dengan alun-alun.

Ivan juga pergi ke toko gadai. “Yang ada hanya pegawai perempuan dan tidak banyak yang datang,” ujarnya.

Pisau, Alat Bukti Kejahatan Iwan

Setelah sampai di tempat itu, dia langsung memulai niat jahatnya. Modus awal adalah berpura-pura mengambil barang yang dijaminkan. Wiwinda Raudlatul Nurjanah, pegawai pegadaian yang jaga di pegadaian, lantas mengecek bagian belakang barangnya.

Baca juga: Tips Mencari Jasa Penerjemah Resmi yang Harus Diketahui Klien

Di saat yang sama Iwan rupanya mengeluarkan pisau yang dibelinya dari sakunya. Senjata tajam (sajam) ditujukan langsung ke perut toko gadai. Wiwinda yang ceroboh tidak sempat menghindar. Wanita berusia 23 tahun itu hanya bisa berteriak kesakitan secara spontan.

Ivan tidak diam. Ia berusaha menutupi mulut korban dengan tas punggung yang dibawanya. Namun, upaya tersebut juga tidak berhasil. Wiwinda terus melawan.

Korban berteriak minta tolong. Ivan yang gugup kabur sambil memegang pisau di tangannya untuk menyerang korban.

Keinginan Ivan untuk kabur juga bisa digagalkan oleh warga sekitar. Banyak warga yang mendengar jeritan korban. “Ditangkap oleh orang-orang yang melewati pegadaian,” ujarnya.

Pria peraih gelar sarjana dari universitas swasta di Delta City pada 2010 yang kecanduan judi online ini kemudian menjadi incaran warga yang tidak puas. Untungnya, dia langsung diamankan polisi yang sedang berpatroli.

Korban Wiwinda dibawa ke RS Delta Surya sebelum akhirnya dipindahkan ke RSUD Sidoarjo, kata Kapolsek Sidoarjo Ipda Sukarno.

(edi / c20 / hud)