Off topic

Skandal Judi Ilegal Kubur Impian Kento Momota Juarai Olimpíade Rio

Written by Ariko · 2 min read >
skandal judi ilegal
sumber: liputan6.com

Kento Momota adalah salah satu atlet bulutangkis terbaik dari Jepang. Ia meniti karir sebagai atlet bulutangkis sejak masih menjadi pemain junior. Karier-nya terus naik di usianya sekarang yang tengah menginjak 26 tahun. Ia bahkan didapuk sebagai pemain tunggal putera (men single) terbaik dari Negeri Sakura dan menjadi pesaing terberat bagi atlet-atlet tunggal putera hebat lainnya yang berasal dari Tiongkok, Indonesia, dan Denmark. Impiannnya menjadi pemenang ajang Olimpiade Rio de Janeiro 2016 lalu harus ia simpan jauh-jauh akibat skandal judi ilegal yang menyeret namanya. 

Pada jumpa pers tanggal 8 Maret 2016 lalu, Kento Momota dan rekan sesama atlet bulutangkis, Kenichi Tago, meminta maaf kepada publik atas keterlibatannya dalam skandal judi ilegal. Demikian juga dengan Tago. 

Skandal Judi Ilegal Ancam Karir Kento Momota dan Kenichi Tago

skandal judi ilegal
sumber: bola.com

Pada kesempatan tersebut, Kenichi Tago tidak mempermasalahkan kehancuran karirnya di dunia bulutangkis akibat skandal yang memalukan ini. Ia hanya meminta publik untuk memaafkan Momota dan memberi kesempatan kepada Momota untuk diizinkan ikut serta dalam ajang Olimpiade 2016 mendatang. Pernyataan ini ia sampaikan sembari ia berurai air mata dan menampakan ekspresi penyesalannya.

Kenichi Tago sangat menyesal tidak melarang rekannya, Momota, untuk mengunjungi kasino ilegal di Jepang. Ia seharusnya tahu bahwa kegiatan ilegal ini berpotensi merusak karir mereka berdua. Terlebih saat itu, Kento, sebagai pemain tunggal putera terbaik Jepang, sedang memiliki karir yang sangat cemerlang dan sedang menjalani latihan intens untuk mempersiapkan diri di ajang Olimpiade Rio de Janeiro nanti. 

Tago hanya bisa menangis saat menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Jepang. Ia dan Kento mengaku telah merusak kepercayaan publik Jepang atas skandal judi ilegal yang mereka lakukan. Ia dan Momota juga mengaku sangat menyesal karena telah mengikis harapan publik Jepang. 

Status Judi di Jepang

Skandal judi ilegal yang menimpa Kento Momota dan Kenichi Tago memicu timbulnya pertanyaan baru soal status judi di Negeri Sakura. Sama seperti Indonesia, Jepang rupanya tidak memberikan izin resmi untuk segala jenis praktik perjudian di negaranya. Karena judi berstatus ilegal, siapapun yang terbukti melakukannya akan mendapatkan sanksi hukum dan denda uang. 

Kemudian skandal judi ilegal yang menjerat dua atlet tunggal putera Jepang ini muncul setelah dilakukan sebuah investigasi yang dilakukan oleh Nippon Telegraph dan juga Telephone East Corp.

Dari hasil investigasi ini, diketahui bahwa Tago telah lama bermain judi, yaitu total ia bermain sebanyak 60 kali dalam kurun waktu 2 tahun, sedang Momota baru 6 kali berjudi di kasino yang sama. Selama 2 tahun berjudi, Tago mengaku telah menghabiskan uang sekitar 1,2 miliar rupiah, sedang Momota menghabiskan uang tak sebanyak Tago. 

Sanksi untuk Kento Momota

Akibat skandal judi ilegal ini, federasi bulutangkis Jepang memberi Kento Momota sanksi yaitu ia tidak diizinkan ikut serta dalam ajang Olimpiade 2016 di Brasil. Ia juga harus menerima sanksi yang lebih berat lagi, yaitu segala bentuk tunjangan untuk Momota akan ditarik kembali. Artinya, seketika Momota bangkrut.

Menteri Olahraga Jepang saat itu, Hiroshi Hase, sempat melakukan kunjungan ke federasi bulutangkis Jepang. Ia berkunjung dalam rangka untuk mengetahui lebih detail soal skandal judi ilegal ini. 

Dalam kunjungannya tersebut, ia mengatakan bahwa skandal ini membawa dampak besar bagi masyarakat pada umumnya, dan wajah bulutangkis Jepang pada khususnya. Soal penghentian tunjangan, sekjen federasi bulutangkis Jepang juga menyetujui adanya sanksi penghentian tunjangan. Kinji Zeniya mengatakan tidak ada alasan dan ruang bagi Tago dan Momota untuk mendapatkan tunjangan dari federasi bulutangkis Jepang.

Besaran Tunjangan untuk Atlet Bulutangkis Jepang

Perlu kalian ketahui bahwa setiap atlet bulutangkis di negara manapun berhak memperoleh tunjangan dari pemerintah melalui federasi bulutangkis di masing-masing negara. Di Jepang, Kento Momota sendiri selama menjadi atlet bulutangkis telah menerima tunjangan sebesar 1,8 juta yen atau setara dengan 217 juta rupiah. Sedang Tago menerima tunjangan lebih banyak lagi karena ia lebih senior. Tunjangan yang telah diterima oleh Tago kurang lebih 7.2 juta yen atau setara dengan 868 juta rupiah. 

Dan rupanya tak hanya skandal judi ilegal saja yang menyeret nama Kento Momota. Ada juga beberapa skandal lainnya, termasuk skandal yang paling hot saat itu, yaitu skandal yang juga menyeret nama atlet bulutangkis ganda puteri Jepang, Fukushima, yang dipergoki sedang keluar dari kamar asrama Kento pada pukul 06.00 pagi. Kira-kira ada apa ya antara Kento Momota dan Fukushima? 

Meski dulu sempat terbukti pernah bermain judi ilegal, karir Kento Momota kini telah kembali bersinar. Setelah ia aktif membela Jepang di berbagai ajang turnamen bulutangkis, ia beberapa kali menumbangkan pemain-pemain terbaik dunia. Salah satunya adalah pemain tunggal putera kita, Jonathan Christie, yang kemudian kekalahan ini dibalas oleh sahabat Jojo (sapaan akrab Jonathan Christie), Anthony Sinisuka Ginting. 

Baca juga: Kasus Judi yang Seret Nama-Nama Public Figure